4 Efek Hormon Kehamilan Pada Kehidupan Asmara Ibu Hamil dan Suami

Payudara yang membesar, mengalami morning sickness, kaki membengkak, dan berat badan naik umum dialami ibu yang hamil karena hormon kehamilannya. Ibu hamil juga biasanya mengalami perubahan mood. Tak jarang ini bisa membuat hubungan asmara ibu hamil dan suami jadi berubah dan lebih seru dijalani. Perubahan apa saja yang terjadi antara ibu hamil dan suami saat hormon kehamilan sedang naik?

Seperti apa pengaruh hormon kehamilan terhadap rumah tangga?

1. Jadi ingin nempel terus dengan pasangan

Menurut Cathy O’Neil, salah satu penulis buku Babyproofing Your Marriage, hormon kehamilan saat ibu mengandung bisa memengaruhi perasaan ibu ke pasangannya. Salah satu contoh perasaan yang akan muncul saat hormon kehamilan sedang naik adalah panik dan takut bila ditinggal sang suami, meskipun suami hanya pergi bekerja seperti biasanya.

Rasa takut yang sering muncul di awal-awal kehamilan ini sering menyebabkan wanita membuat permintaan aneh dan tak masuk akal pada suami. Contohnya seperti menelepon pasangan setiap jam atau minta dikabari tiap saat untuk memastikan ia baik-baik saja.

Jangan khawatir, ini biasanya hanya terjadi pada awal kehamilan dan akan hilang semakin bertambahnya usia kandungan. Maka, jelaskan pada pasangan bila ini adalah salah satu ciri perubahan hormon saat hamil dan Anda sangat membutuhkan kehadiran pasangan pada saat-saat ini.

2. Pasangan akan merasa diabaikan

bukan pasangan hidup yang tepat

Banyak pasangan pria yang merasa terabaikan saat pasangannya sedang hamil. Kemungkinan ini disebabkan karena ibu hamil juga sedang berjuang beradaptasi di masa-masa kehamilan yang cukup sulit. Jadi wanita mungkin terlalu sibuk mengurus kehamilannya dan tidak sengaja mengabaikan pasangannya.

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya ajak dan libatkan pasangan Anda di masa kehamilan. Contohnya, Anda bisa mendorong pasangan untuk mengajak bicara janin yang sedang ada di perut, membantu memilih musik yang akan didengarkan ke calon bayi, atau pergi berdua untuk membeli perlengkapan bayi. Intinya, buat pasangan Anda tetap merasa penting di hubungan Anda berdua.

3. Tambah intim

seks saat hamil

Bertambahnya gairah seks bisa menjadi salah satu efek hormon kehamilan yang dialami ibu hamil. Boleh-boleh saja berhubungan intim, asal Anda punya riwayat kesehatan dan kehamilan yang baik.

Penting juga untuk membuang segala pikiran negatif tentang perubahan tubuh saat hamil. Ini bisa bikin Anda tidak percaya diri dan enggan disentuh oleh pasangan. Maka, mulai belajar mencintai dan menerima kondisi tubuh yang berubah karena hamil. Dengan begitu, keintiman bisa terjadi dan membuat masa-masa kehamilan makin indah.

4. Bisa juga bikin malas berhubungan intim

bed rest saat hamil

Selain bisa bikin keintiman bertambah, hormon kehamilan juga bisa bikin Anda dan pasangan makin menjauh, lho. Begini, saat hamil muda, ibu hamil merasakan mual, lelah, dan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Hal tersebut merupakan masalah yang bisa membuat ibu hamil enggan berhubungan seks. Alhasil hubungan dengan pasangan bisa semakin merenggang.

Craig Malkin, Ph.D., psikolog dari Cambridge menyarankan agar ibu dan suami mengatur jadwal untuk bercinta. Ini bisa diisi dengan seks, bila kondisi ibu tidak memungkinkan juga bisa melakukan seks oral atau rangsangan seks lainnya. Bahkan ini bisa menjadi waktu curhat bagi ibu hamil dan suami.

Pelan-pelan nanti Anda dan pasangan dapat menemukan gairah untuk kembali merasa dekat dengan satu sama lain.