Koagulasi Adalah Proses Penggumpalan Darah. Berbahaya Atau Tidak?

Koagulasi adalah kondisi yang bisa jadi baik dan bisa jadi juga buruk bagi kesehatan, tergantung kondisi setiap orang. Koagulasi darah memang diperlukan dalam situasi tertentu. Namun, kadang koagulasi darah juga bisa membahayakan. Karena itu, penting untuk mempelajari seluk-beluk koagulasi.

Apa itu koagulasi darah?

Koagulasi adalah proses di mana darah berubah dari bentuk cair menjadi padat (darah menggumpal). Hal ini biasanya terjadi saat Anda cedera untuk mencegah kehilangan terlalu banyak darah. Apabila terjadi sesuatu dengan proses koagulasi (gangguan perdarahan), seseorang bisa meninggal akibat perdarahan berkelanjutan.

Gangguan dengan koagulasi

Agar darah dapat membeku dengan baik, Anda perlu protein darah yang disebut faktor pembekuan dan sel darah yaitu platelet. Tugas platelet adalah untuk menggumpalkan darah untuk menyumbat pembuluh darah yang rusak. Kemudian, faktor pembekuan akan membentuk gumpalan fibrin untuk menjaga platelet tetap di tempatnya, sehingga perdarahan berhenti. Orang-orang dengan gangguan perdarahan bisa kekurangan faktor pembekuan atau platelet, atau memiliki malfungsi pada salah satunya.

Gangguan perdarahan umum meliputi:

  • Hemofilia A dan B
  • Defisiensi faktor II, V, VII, X atau XII
  • Penyakit Von Willebrand’s

Kadang, pembekuan darah dapat terjadi tanpa adanya cedera, atau darah mungkin gagal mengencer setelah cedera pulih. Hal ini dapat mengancam nyawa. Koagulasi bisa terjadi pada pembuluh darah mana saja. Gumpalan darah dapat bergerak melalui darah dan berhenti di paru-paru, jantung, otak atau area lainnya.

Gumpalan darah dapat menghambat asupan darah ke organ-organ vital, menyebabkan komplikasi mematikan seperti stroke, serangan jantung, embolisme paru-paru, gagal ginjal, deep vein thrombosis, dan lainnya.

Selama kehamilan, gumpalan darah dapat terbentuk pada pembuluh darah pelvis atau kaki, menyebabkan komplikasi kehamilan serius seperti persalinan prematur, keguguran, dan kematian ibu. Karena itu, koagulasi adalah kondisi yang tak boleh disepelekan.

Apa yang dapat menyebabkan gangguan koagulasi?

Sering kali, masalah dengan koagulasi bersifat menurun. Namun, beberapa faktor tertentu dapat membuat Anda lebih rentan terhadap gangguan perdarahan, seperti:

  • Penyakit hati
  • Jumlah sel darah merah yang rendah
  • Defisiensi vitamin K
  • Efek samping obat-obatan

Faktor risiko untuk gangguan pembekuan darah meliputi:

  • Obesitas
  • Merokok
  • Usia tua
  • Kontrasepsi oral
  • Penyakit peradangan kronis
  • Atrial flutter atau atrial fibrilasi
  • Gagal jantung kongestif
  • Sirosis
  • Kanker
  • Fraktur pada tangan atau kaki, terutama pada kaki atau pelvis
  • Kehamilan
  • Riwayat keluarga terhadap gangguan pembekuan darah
  • Gangguan saat berjalan
  • Duduk terlalu lama
  • Sering berpergian

Apa ciri-ciri masalah koagulasi?

Beberapa tanda umum dari masalah perdarahan yaitu:

  • Mudah memar atau tanpa penyebab
  • Menstruasi hebat
  • Sering mimisan
  • Perdarahan hebat dari cedera kecil

Beberapa tanda dari gangguan koagulasi adalah:

  • Gumpalan darah pada pembuluh darah dalam: nyeri, bengkak, diskolorasi atau kemerahan, perasaan hangat
  • Gumpalan darah pada paru-paru: nyeri dada, tidak dapat bernapas, detak jantung cepat
  • Serangan jantung atau stroke pada usia muda
  • Keguguran atau stillbirth (bayi lahir mati) berulang

Apabila Anda menyadari salah satu atau beberapa gejala di atas, bicarakan dengan dokter Anda. Pilihan perawatan untuk gangguan perdarahan meliputi obat-obatan untuk mengendalikan perdarahan dan istirahat, es, kompres dan elevasi. Gangguan perdarahan dapat dikendalikan dengan pengencer darah. Tergantung pada gangguan yang Anda alami, dokter dapat memberikan rencana perawatan untuk membantu Anda mengatasi kondisi Anda. Perawatan dini sangat membantu mengurangi risiko komplikasi.